Konten

Belajar ASIK Aksara Jawa

img

https://drive.google.com/file/d/15sGeuBRAQZc2KRctxvKXxKvFgSXwAQ9_/view?usp=drivesdk


Mengingat Kembali Aksara Jawa


Sebagai wong jawa masa kita ngga kenal sama yang namanya aksara jawa sih, malu-maluin. Apa lagi jika anda pintar bahasa Inggris, Jepang, Korea dsbg.
Nah, sebagai orang jawa, kita sepatutnya menguri-uri (melestarikan) kebudayaan jawa. 

Aksara Carakan
Atau yang biasa disebut aksara inti ini terdiri dari 20 aksara (huruf).

Aksara Pasangan
Aksara ini digunakan untuk menekan vokal konsonan di depannya. Sebagai contoh, untuk menuliskan dawet ayu, akan diperlukan pasangan untuk "ha" agar "t" pada dawet tidak bersuara. Tanpa pasangan "t" tulisannya berbunyi dawetaayu.
Perlu anda ketahui,  penulisan Jawa Hanacaraka tidak mengenal spasi, sehingga penggunaan pasangan dapat memperjelas kluster kata. Hurufnya seperti  di atas, yang sebelah kanan.

Aksara Swara (Suara)

Ada perbedaan jumlah dalam aksara ini, ada yang bilang 7 ada juga yang bilang 5, tapi intinya tetap sama. Aksara ini digunakan untuk menuliskan aksara vokal yang menjadi suku kata, terutama yang berasal dari bahasa asing. Aksara suara tidak dapat dijadikan sebagai aksara pasangan sehingga aksara sigegan yang terdapat di depannya harus dimatikan dengan pangkon. Walaupun demikian aksara suara dapat diberi sandhangan wignyan, layar, dan cecak.
Aksara Rekan
Aksara ini berfungsi untuk menuliskan huruf-huruf yang berasal dari serapan bahasa asing, khususnya Arab. Aksara rekaan dapat menjadi aksara pasangan, dapat diberi pasangan, serta dapat diberi sandhangan seperti keduapuluh aksara ini.
Aksara Murda (Huruf Kapital)
Huruf kapital ini berjumlah sembilan buah yang seringkali digunakan untuk menuliskan kata-kata yang menunjukkan nama gelar, nama diri, nama geografi, nama lembaga pemerintah, dan nama lembaga berbadan hukum. Aksara murda ini tidak dapat dipakai sebagai penutup suku kata (sigegan).